Kamis, 13 Desember 2007

Wah...ternyata di Jepang sudah membuat robot wanita lho...


Kokoro, perusahaan yang masih di bawah Sanrio Grup, memiliki keahlian di bidang design dan pembuatan robot. Mereka mengungkapkan robot wanita terbaru mereka, Actroid DER2, di sarang utama Sanrio, di Tokyo pada 4 Oktober 2006. Actroid DER2 adalah versi upgrade dari robot wanita Kokoro terdahulu, Actroid DER, yang cukup dikenal karena jasa mereka pada sejumlah event, termasuk World Expo 2005. Dibandingkan dengan model terdahulu, DER2 memiliki lengan yang lebih kurus dan ekpresi yang lebih variatif. Kehalusan gerakan tubuh si robot juga semakin terasah, membuat DER2 makin sulit dibedakan dengan manusia biasa. Kaki, tangan, torso, dan ekspresi wajah Actroid dikontrol dengan sistem tekanan udara. Sekali diprogram, robot wanita ini mampu bergerak dan berbicara. Kokoro berencana untuk menyewakan Actroid DER2 ke perusahaan dan event. Biaya penyewaan dimulai sekitar ¥ 400.000 (Rp. 32.000.000,-) untuk 5 hari. Biaya belum termasuk technical support, pengiriman dan perubahan koreografi gerakan. Kalo telat, biaya telatnya ¥ 80.000 (Rp. 6.400.000,-) per hari.
Saat ini mungkin robot seperti itu masih bisa disewakan…bagaimana dengan dimasa depan? Mungkin robot seperti itulah yang akan menggantikan peranan manusia. Mulai dapat diperjualbelikan. Nah lo…otomatis banyak manusia yg nganggur donk…!! Karena semua pekerjaan sudah didominasi oleh robot. Banyak kelebihan yg didapat dari robot yang sangat sulit diterapkan pada manusia. Seperti, rajin dan tepat waktu. Tapi biar bagaimanapun…manusia adalah makhluk terbaik yang diciptakan Tuhan. Kalo ga ada manusia, robot seperti mereka ga kan pernah ada. Iya kan? Cool
Sumber : www.G2GLive.com
_________________

Robot EMIEW 2: pengganti tugas office boy/ girl di kantor?

The image “http://www.otakku.com/wp-content/uploads/2007/11/emiew_2_1.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.

EMIEW 2 adalah robot penerus generasi sebelumnya (EMIEW: Excellent Mobility and Interactive Existence as Workmate) dari Hitachi.

Pada tanggal 21 November yang lalu, si EMIEW didemonstrasikan di salah satu perusahaan dengan melakukan tugas-tugasnya seperti menyambut tamu yang datang, menunjukkan tempat yang dituju oleh si tamu, membawa dokumen sampai minuman dengan memberinya perintah lewat suara.

EMIEW dapat berjalan dengan kecepatan 6 km per jam dan mempunyai tinggi sekitar 80 cm. Dan dengan kemampuannya untuk mengangkat kakinya setinggi 3 cm dari tanah, EMIEW dapat menghindari halangan yang ada di depannya.

Sayangnya si EMIEW sedikit "ngambek" karena jariangan nirkabel yang ada sedikit terganggu sehingga terjadi beberap hal seperti menabrak meja dan lainnya.

Bisa dibayangkan bagaimana nantinya, kalau robot ini sudah bisa bekerja dengan baik dan benar, gimana para nasih office boy/ girl kita yah??

Robot 'Dipaksa' Mengenali Pola Komunikasi


Robot Penuntun di RS Jepang (AFP)


Tokyo - Bisakah Anda bayangkan kalau robot belajar mengenali pola komunikasi? Terdengar mustahil memang, tetapi teknologi ini tengah dikembangkan oleh ilmuwan Jepang.

Para ilmuwan ini berasal dari The National Institute of Information and Communications Technology. Mereka sedang membuat terobosan untuk 'memaksa' robot belajar menangkap bentuk komunikasi dan pola percakapan penggunanya.

Teknologi ini diklaim sebagai yang pertama di dunia. Nantinya robot-robot tersebut diharapkan dapat bergerak tidak terbatas pada pengenalan perintah kata-kata baku, tetapi juga dapat mengenali perintah dari kalimat yang membingungkan.

"Robot nantinya akan memiliki kemampuan komunikasi yang akan membuat mereka dapat menangkap perintah yang dimaksud oleh penggunanya," sebut pernyataan dari institusi tersebut, yang dikutip detikINET dari AFP, Kamis (14/6/2007).

Sebagai gambaran, ketika robot menanyakan kepada seseorang apakah ia menginginkan secangkir kopi dan orang itu menjawab "kopi akan membuat saya terbangun". Maka robot akan mampu menilai apakah orang itu ingin terbangun atau malah ingin kopi, jelas institusi tersebut.

Biaya yang ditanggung oleh proyek ini tentunya menghabiskan dana yang tidak sedikit, sehingga pemerintah negeri sakura rela memberikan back-up biaya bagi mereka. Belum diketahui kapan rencananya teknologi ini akan diperkenalkan dan dipraktekkan di tengah publik.

Robot Polisi, wah hebat donk kaya robocop ya...

Tokyo - Di Jepang, perkembangan robot memang cukup pesat. Mulai dari robot pembantu hingga robot pengganti dokter. Kini, robot yang mampu berdansa pun hadir.

Para ilmuwan dari University of Tokyo telah berhasil menciptakan robot yang bisa mengikuti gerakan penari manusia. Ya, robot yang bisa berdansa seperti layaknya manusia.
n

Pembuatan robot HRP-2 bipedal yang bisa berdansa tersebut digagas oleh Shin'ichiro Nakaoka dan dibantu oleh rekan-rekan dari universitas Tokyo. Teknologi yang digunakan adalah teknologi penangkap gerakan, sehingga gerakan dansa seseorang bisa terekam dan segera diikuti oleh sang robot.

Walau kemampuan robot itu bisa dikatakan tidak meragukan, namun ada beberapa hal yang menjadi problem. Yaitu mem-program sang robot agar tetap dapat mengikuti gerakan yang sulit namun dengan keseimbangan yang tetap baik.

Seperti dilansir Vnunet dan dikutip detikINET, Sabtu (11/8/2007), tak lama lagi, dunia akan menyaksikan robot tersebut menari tarian balet 'Swan Lake'. Namun, menurut para ilmuwan, robot ini tidak bisa mengikuti melakukan balet yang seringkali loncat dan membiarkan kedua kakinya di udara beberapa kali.

Hingga saat ini, robot tersebut telah didemonstrasikan dan menari tarian tradisional Jepang, 'Aizu-Bandaisan' yang banyak mengunakan gerakan badan daripada kaki. ( amz / amz )

Animasi

Animasi ialah paparan pantas susunan imej-imej seni 2-D atau posisi model agar menghasilkan ilusi gerakan. Animasi ialah sejenis ilusi optik pergerakan disebabkan kejadian penerusan penglihatan, dan boleh dihasilkan dan didemonstrasi dalam pelbagai cara. Kaedah persembahan animasi yang paling laris ialah sebagai program wayang gambar atau video, namun juga terdapat cara-cara lain untuk mempersembahkan karya animasi.
http://www.hotbar.com/site/Hotbar/images/site/ani_img.gif
Tiada seorang individu tunggal pun boleh diakui sebagai “pencipta” seni animasi filem, kerana terdapat sebilangan orang melakukan sebilangan projek yang boleh dianggap sebagai pelbagai jenis animasi yang wujud pada masa yang sama.
Georges Méliès, seorang pembikin filem Perancis, ialah pencipta filem kesan khas, seperti Pengembaraan ke Bulan (Le Voyage dans la lune). Beliau menggunkan pelbagai teknik – salah satunya adalah untuk menghentikan rakaman kamera, membuat perubahan dalam babak, dan kemudiannya menyambung rakaman filem. Idea ini amat serupa dengan apa yang bakal menjadi animasi gerak henti. Méliès menemui teknik ini secara tidak sengaja apabila kamera beliau rosak apabila merakam sebuah bas bergerak. Setelah kamera itu dibaiki, kebetulan seekor kuda sedang berjalan melaluinya sebaik sahaja Méliès menyambung rakaman. Hasilnya, bas itu seakan-akan bertukar menjadi kuda.